Taktik Mourizio Sarri Dinilai Tak Manjur Jika Tanpa Eden Hazard

Chelsea memang berhasil mengalahakan Newscastle United 2 – 1 ketika melakoni laga lanjutan Premier League 2018/2019, Minggu (13/1) ini hari WIB tadi. Namun, permainan skuat Chelsea dinilai biasa – biasa saja, bahkan di bawah standar.
Sejak kedatangan Mourizio Sarri, Chelsea memang mengalami banyak perubahan. Mourizio Sarri dikenal dengan taktiknya ‘Sarri – Ball’ yang mengutamakan sepak bola umpan – umpan pendek dengan Jorginho sebagai pendulum dan peran deep lying playmaker.

 

 

Meskipun demikian, tampaknya taktik Chelsea itu tak begitu hebat bagi sebagian orang, khususnya bagi Ian Wright. Dia merasa taka da sesuatu yang istimewa pada permainan Chelsea, hanya seperti sepak bola yang mendominasi penguasaan bola lainnya.
Meski demikian, tampaknya taktik Chelsea yang begitu tidak begitu hebat bagi sebagian orang, khususnya bagi Ian Wright. Dia merasa tidak ada sesuatu yang istimewa pada permainan Chelsea, hanya seperti sepak bola yang mendominasi penguasaan bola lainnya. Ian Wright bahkan yakin Chelsea tidak akan bisa banyak menang tanpa Eden Hazard.

 

Sebagai pengamat sepak bola, Ian Wright benar – benar tidak paham apa itu Sarri – Ball. Menurut kacamatanya, Sarri – ball sebenarnya tidak bisa berfungsi tanpa Eden Hazard. “ Bagi saya tampaknya jika Eden Hazard tidak melakukan sesuatu yang luar biasa, saya tidak tahu apa itu Sarri – Ball, karena mereka berusaha tampil begitu presisi. Anda dapat mengatakan mereka tidak butuh striker (karena Mourizio Sarri memilih tiga penyerang sayap di depan ), tapi ada area di mana seharusnya seirang striker bisa berperan,” ujar Ian Wright di Football London.

 

“ Kante berusaha maju dan tidak ada siapa pun di depannya, Willian berusaha berlari mengejarnya, Kane harus menahjan bola, tapi itu bukan gaya bermainnya.” Bahkan Ian Wright menilai taktik yang digunakan Chelsea sama sjaa taktik yang sering dilakukan pada sesi latihan ketika tidak ada kiper. Chelsea hanya berputar – putar, memainkan bola dari kaki ke kaki tanpa membuat ancaman yang sebenarnya.

Klopp Tegaskan Lallana Masih Masuk Dalam Rencananya

Adam Lallana sudah jarang terlihat membela Liverpool belakangan ini. Mekipun begitu, Jurgen klopp menegaskan kalau lallana masih memainkan peran penting untuk The Reds. Pemain asal inggris itu selalu diganggu cedera selama 18 bulan terakhir ini. Lallana hanya menjadi starter tiga kali pada musim lalu dan sejauh ini mencatatkan angka yang sama pada musim ini.
Jurgen Klopp sejatinya ingin memberi kesempatan kepada Lallana untuk bersinar dalam pertandingan FA Cup melawan Wolves. Namun, ia mengalami masalah saat latihan dan juga akan absen dalam pertandingan Premier League pada akhir pecan ini melawan Brighton. Ada rumor yang mengatakan bahwa Lallana akan meninggalkan klub pada bulan Januari. Namun boss The Reds berniat untuk mempertahankan pemain berusia 30 tahun tersebut.

 

 

Jurgen Klopp rupanya masih belum putus harapan dengan mantan gelandang Southampton tersebut. Ia yakin Lallana akan membuktikan kontribusinya dalam waktu dekat ini. “ Kami berhubungan dekat dan itu sangat disayangkan buat Adam. Itu tidak serius, dia mungkin akan siap kembali pada minggu depan. Itu hanya hal kecil tapi cukup untuk membuatnya absen dalam pertandingan Wolves ,” ujar Jurgen Klopp seperti yang dikutip Liverpool Echo.

 

“Tentu saja itu tidak bagus, siapa yang akan suka setelah musim yang dimilikinya ? Tetapi Anda tidak bias mengubah hal – hal yang terjadi sehari yang lalu atau satu jam yang lalu. Anda harus menghadapinya dan dia berhadapan dengan itu, dia tidak akan kehilangan kepercayaan dirinya. Dia percaya diri dalam semua sesi dan sudah banyak membantu kami dalam pertandingan. Dia adalah orang yang sangat dewasa, semuanya baik – baik saja.”

 

“ Sungguh sial dan disayangkan kalau itu bisa terjadi. Itu selalu buruk ketika anda kehilangan pemain terutama pada saat ini. Tidak ada yang suka tetapi anda harus menghadapinya.”
Setelah mengemas 125 penampilan selama tiga musim pertamanya di Anfield, Lallana hanya tampil 23 kali sejak musim panas 2017. Lallana terus mengalami kemunduran tetapi Jurgen klopp mengatakan dia memiliki kekuatan mental untuk keluar dari kesulitan yang dihadapinya.

Maurizio Sarri Ragu Wasit Inggris Paham Cara Penggunaaan VAR

Pelatih Chelsea, Mourizio Sarri, melayangkan kritikan keras kepada wasit – wasit di Inggris. Pelatih asal Italia tersebut dengan gambling meragukan wasit yang memimpin pertandingan kontra Tottenham paham dengan cara kerja Video Assistant Referee (VAR).
Chelsea bertemu dengan Tottenham pada hari Rabu (9/1) tadi dalam ajang Carabao Cup. Dalam Pertandingan yang sengit itu, Eden Hazard harus menerima kekalahan dengan skore tipis yaitu 0 – 1 berkat gol penalty Harry Kane.

 

 

Sang wasit, Michael Oliver, menunjuk titik putih setelah melihat Harry Kane dijatuhkan kipper The Blues, Kepa Arrizabalagam di dalam kotak terlarang melalui VAR. Namun keputusan itu mengundang reaksi yang keras lantaran Harry Kane dianggap telah berada di posisi offside sebelumnnya.
Setelah pertandingan, Mourizio Sarri dengan keras mengkritisi keputusan Oliver dalam memberikan penalty kepada Tottenham. Ia bersikukuh bahwasannya Harry Kane sudah berada dalam posisi offside sebelum dijatuhkan oleh Kepa Arrizabalagam.

 

“ Saya melihat video beberapa menit lalu dari kamera kami – itu Offside. Kamera kami segaris dengan Harry Kane, yang offside. Tapi itu tidak penting, offside dengan kepala atau kaki – tetap offside ,” ucap Mourizio Sarri kepada Sky Sports.
“ Sangat, sangat penting sang hakim garis berhenti berlari. Dia tidak dapat mengikuti bola, jadi dia punya peran besar terhadap bek kami, itulah yang saya piker “, ujarnya.

 

Lebih lanjut, eks nahkoda asal Italia tersebut sampai meragukan kualitas dari wasit – wasit di Inggris. Secara gamblang, ia mengkritik wasit Inggris yang diyakininya belum benar – benar paham bagaimana kinerja teknologi VAR.
“ Jika anda tidak yakin dengan system ini, anda harus mengikuti bola dan harus membuat keputusan di akhir. Tapi dalam kasus ini dia berhenti, dia tidak mengikuti bola sehingga bagi bek kami itu offside, saya piker mereka harus mempelajari system itu karena di Italia, masa – masa awal dulu sangat sulit untuk memahaminya. Tentu saja, sangat aneh melihat tidak ada VAR,” ucap Mourizio Sarri.

 

Moise Kean tak jadi meninggalkan Juventus

Baru baru ini Juventus telah di kabarkan untuk mengkonfirmasi bahwa salah satu pemain yang mereka miliki yakni Moise Kean tak akan meninggalkan tim. Seperti yang di lansir dari Gazzeta, kabarnya Moise Kean tak akan meninggalkan Juventus pada bulan Januari ini. Juventus sendiri di kabarkan telah menolak beberapa tawaran dari tim tim lain untuk meminjam sang pemain. Kemungkinan besar pihak manajemen tim serta agen dari Moise Kean akan berbicara perihal perihal perpanjangan kontrak yang di miliki oleh Moise Kean.

 

 

Seperti yang telah kita ketahui jika melihat lini penyerang milik Juventus, banyangan pertama di benak kita ialah sang mega bintang Cristiano Ronaldo. Selain itu juga ada Paulo Dybala, Mario Mandzukic dan juga Bernardeschi. Namun terdapat satu pemain lagi yang mampu untuk menembus skuat utama dari Juventus yakni Moise Kean. Publik tentunya masih belum begitu mengenal kecuali para pendukung dari Si Nyonya Tua sendiri. Moise Kean adalah pemain penyerang yang masih berusia sekitar 18 tahun. Oleh karena itu namanya tak begitu di kenal oleh publik pengamat sepak bola karena tak mendapat jam terbang dan juga sorotan oleh media.

Jika ingin di ketahui sekilas saja, Moise Kean ini tumbuh dan berkembang sebagai pemain sepak bola di tanah kelahirannya sendiri di Italia. Moise Kean telah bergabung dengan kubu Juventus cukup lama. Bahkan di musim 2016 yang usianya masih sekitar 16 tahun, Moise Kean telah masuk dan ikut berlatih dengan pemain pemain senior. Karena usianya yang masih muda, Juventus sendiri memilih untuk meminjamkannya ke Hellas Verona di musim kemarin selama satu musim penuh. Menjalani masa peminjaman bersama Hellas Verona, Moise Kean di mainkan sebanyak 19 kali penampilan dan sukses untuk mencetak empat gol bagi kelangsungan tim. Namun setelah kembali lagi ke Juventus, Moise Kean harus menghangatkan bangku cadangan.
Di karenakan sang pelatih Masimilliano Allegri tak memberikan jam terbang yang menjanjikan olehnya untuk bermain. Di musim ini Moise Kean hanya di mainkan sebanyak satu kali saat membela Juventus tampil melawan Fiorentina di awal bulan Desember kemarin. Namun dirinya juga masuk sebagai pemain pengganti di masa injury time babak yang kedua. Melihat jam terbang sedikit yang di miliki oleh Moise Kean membuat banyak tim tertarik untuk mendatangkanya secara meminjam. Namun baru baru ini terdengar kabar seperti yang di lansir oleh Gazzeta, kabarnya Moise Kean tak akan meninggalkan Juventus di bulan Januari ini.

Bianconerri akan menolak semua tawaran yang masuk untuk meminjam Moise Kean darinya. Untuk beberapa hari kedepan, pihak manajemen tim serta agen dari Moise Kean mencoba untuk membicarakan perpanjangan kontrak yang di miliki oleh Moise Kean.

Achraf Hakimi ingin pulang ke Madrid lebih cepat

 

Salah satu pemain yang di miliki oleh Real Madrid yang saat ini masih menjalani masa peminjaman ke Broussia Dortmund baru-baru ini di kabarkan ingin pulang kembali dengan cepat. Seperti yang di lansir dari CadenaSer,kabarnya sang pemain Achraf Hakimi ingin segera pulang lebih cepat dari masa kontrak peminjamannya  ini.

 

Sempat di ketahui memang, di awal musim 2018 – 2019, Real Madrid telah menjalin hubungan bersama salah satu tim yang berkompetisi di tanah Jerman yakni Borussia Dortmund. Kerja sama ini  pada intinya untuk meminjamkan salah satu pemain milik Real Madrid yakni Achraf Hakimi ke Broussia Dortmund. Dan pada akhirnya Achraf Hakimi telah di pinjamkan selama dua musim lamanya untuk memperkuat Borussia Dortmund.

 

 

Hal ini di pilih oleh Real Madrid di karenakan posisi yang di miliki oleh Achraf Hakimi bersama mereka masih kurang menjanjikan. Achraf Hakimi harus bersaing dengan dua seniornya yakni Raphael Varane dan juga Sergio Ramos. Achraf Hakimi yang masih memiliki usia 20 tahun tentunya kalah bersaing dan kalah pengalaman dengan kedua pemain tersebut.

Untuk memastikan Achraf Hakimi memiliki jam terbang yang lebih efektif serta pengalaman yang luas, Real Madrid memutuskan untuk meminjamkannya. Real Madrid sendiri tak ingin melepas secara permanen pemain yang memiliki kebangsaan dari Maroko tersebut karena Achraf Hakimi memiliki potensi yang bisa di bilang membanggakan dan bisa menjadi pemain masa depan dari Real Madrid.

 

Bermain bersama Borussia Dortmund, pemain yang pernah menghirup atmosfer dari Piala Dunia 2018 tersebut di berikan jam terbang yang lumayan mencukupi. Dalam 12 kali pertandingan yang telah di jalani oleh Borussia Dortmud, Achraf Hakimi telah di mainkan sebanyak delapan kali penampilan dan sukses untuk mencatatkan sebagai pemain starter. Bahkan Achraf Hakimi sendiri telah menyumbangkan satu gol bagi kelangsungan tim di musim ini pada kompetisi Liga Domestik.

Namun baru-baru ini dikabarkan bahwa Achraf Hakimi ingin kembali ke Real Madrid dengan cepat. Achraf Hakimi ingin kembali membela Real Madrid dan mengakhiri masa peminjamannya selama satu musim ini. Entah apa yang di inginkan oleh Achraf Hakimi sehingga dirinya ingin kembali untuk bergabung membela Real Madrid setelah masa kontraknya baru beberapa bulan berjalan.

Di musim ini performa yang di miliki oleh Borussia Dortmund sendiri begitu membanggakan. Mereka sukses untuk menduduki peringkat pertama dan unggul jauh atas tim juara bertahan yakni Bayern Munchen. Mendengar hal ini, kubu dari Real Madrid pun masih belum menanggapi keinginan yang di ingin kan oleh Achraf Hakimi. Namun baru-baru ini performa yang di miliki oleh Los Blancos sendiri masih naik turun. Menarik untuk kita nantikan perkembangan dari isu ini.

Alvaro Morata Balik Ke Spanyol Dan Siap Mambelot Ke Barcelona

 

Penyerang Chelsea, bernama Alvaro Morata, saat ini akan membuat kejutan besar pada bursa transfer musim dingin Januari 2019. Dikabarkan Morata sendiri menawarkan dirinya kepada klub La Liga, Barcelona.

Pemain yang bernama Morata ini sudah bergabung dengan Chelsea pada tahun 2007 yang lalu, dimana saat itu Chelsea masih dilatih oleh Antonio Conte. Kehidupan yang dijalani Morata yang berumur 26 tahun bersama klub asal London Barat hingga sejauh ini tidak bisa dibilang mulus.

 

 

Pada waktu setiap bursa transfer, pemain satu ini selalu dikabarkan masuk dalam daftar jual Chelsea dan berpindah ke klub lain. Kondisi tersebut juga tidak lepas dari perform pemain timnas Spanyol belum juga dikatakan stabil, termasuk pada musim 2018-2019.

Pada saat ini, Morata sendiri baru mencetak gol dari 20 pertandingan di semua kompetisi. Pelatih Maurizio Sarri disebut tidak merasa puas dengan performnya. Opsi untuk dilepas terbuka dan Morata dikabarkan menjalani kontak dengan Barcelona.

 

Di Barcelona sendiri memang pada saat ini sedang ingin mencari penyerang baru untuk menggantikan Luis Suares di masa depan. Suarez sendiri pada saat ini sudah berumur 31 tahun dan Barca ingin transisi di lini depan akan segera dimulai.

Kutipan dari RAC1, situasi tersebut rupanya menarik perhatian bagi Morata. Berita Spanyol ini mengabarkan Morata tertarik untuk bergabung dengan Barcelona. Mantan dari penyerang Juventus ini sudah siap dipindahkan ke Camp Nou.

 

Saat ini kembali dikabarkan Morata menawarkan dirinya pada pihak Barca. Dia sudah siap pindah ke Camp Nou dan menjadi kandidat pengaganti Suarez di lini serang Barca. Kemungkinan Morata bisa menjadi kejutan bagi Barca di bulan Januari ini.

Jika kepindahan dari Alvora Morata ke Barcelona benaran terjadi, dipastikan akan membuat situasi menjadi panas. Dikarenakan ia mempunyai riwayat panjang bermain untuk Real Madrid, yang tidak lain adalah rival utama Barcelona.

 

Untuk pemain yang bernama Morata ini merupakan pemain yang lahir dalam sistem pembinaan Real Madrid, dia jebolan akademi klub ibu kota Spanyol tersebut. Bahkan Morata juga mengakui jika dia adalah pengemar fans berat Real Madrid.

 

Tidak Ada Niat Barcelona Untuk Menjual Ivan Rakitic

 

Kejuaraan La Liga, saat ini Barcelona sudah mengambil tindakan terkait pada masa depan Ivan Rakitic. Dikabarkan bahwa Las Azulgrana kabarnya tidak ada niat untuk mengoper sang pemain ke klub manapun.

Ada beberapa rumor yang beredar pada musim panas kemarin mengenai masa depan pemain ini. Pemain ini dikabarkan akan berpindah tempat setelah manajemen Barcelona menolak saat permintaan dari Rakitic untuk menaikan gajinya.

 

 

Ketika rumor itu sudah mulai mereda, pemainan yang bernama Rakitic ini kembali beredar rumor lagi, bahwa dia akan angkat kaki dari Camp Nou. Dikabarkan pemain ini sudah bersepakat untuk menerima tawaran dari PSG.

Akan tetapi di lansir Mundo Deportive, bahwa kabar tersebut tidaklah benar. Tidak ada niat sama sekali Barcelona untuk melepas atau menjual sang pemain di bulan januari nanti.

 

Rumor yang beredar yang mengabarkan kepindahan Rakitic ke PSG dari laporan Junarlis Catalunya Radio, Quique Guasch. Dalam laporan tersebut, pemain yang bernama Rakitic dikabarkan sudah sepakat untuk berpindah dari Barcelona di musim panas nanti.

Dan pada laporan tersebut, Rakitic dikabarkan akhir-akhir ini menemui agen property di Barcelona. Dikabarkan bahwa agen property untuk menjual rumahnya di musim panas nanti.

 

Laporan itu diterima bahwa Rakitic juga sudah mendaftarkan putrinya untuk berpindah di salah satu sekolah kenamaan Prancis, sehingga sudah diyakini bahawa ia akan segera pindah.

Pada kutipan yang di lansir oleh jurnalis Mundo Deportivo mencoba mengabarkan info ini ke manajemen Barcelona. Namun reaksi dari pihak Barcelona bertindak tegas dan membatah info kabar tersebut.

 

Barcelona menilai pemain Rakitic ini adalah pemain yang sangat penting dan diandalkan bagi mereka. Maka dari itu mereka sama sekali tidak ada niat untuk melepaskan atau menjual ke klub mana pun.

Pemain yang bernama Rakitic, ia sendiri mengaku tidak ada niat untuk berpindah tempat kemanapun dan di grup mana pun. Dikabarkan ia sudah terlanjut jatuh hati terhadap Barcelona.

Tawaran Yang Besar Liverpool Untuk Suso

Kedepannya akan ada tantangan yang akan dihadapi oleh AC Milan pada bulan Januari. Raksasa Serie A itu harus mempertahankan Suso dari kejar klub top Inggris, Liverpool.

Suso sendiri semenjak bergabung dengan AC Milan pada tahun 2015 yang dulu, dan menjadi peningkatan performa yang menjadi anutan pada dirinya. Sang pemain yang berjiwa tinggi berhasil merebut tempat lini serang AC Milian berkat performa impresifnya bersama Rossonerri.

 

 

Pada musim ini pemain yang sedang diincar tersebut sudah berhasil mencetak dengan 4 Gol dan 8 assist bagi Rossonerri. Hasil kesuksesannya sudah menarik perhatian mantan klubnya, Liverpool.

Liverpool pada saat ini tidak main-main dalam usaha mereka mendatangkan Suso. Dikabarkan bahwa mereka megajukan tawaran besar untuk Suso, dilansir Calciomercato.

 

Dikabarkan Livepool ingin memulangkan Suso ke Anfield karena mereka membutuhkan amunisi di lini serang mereka.

Dua musim terakhir, Liverpool dikenal memiliki serangan yang tajam. Diperani oleh Sadio Mane, Mohamed Salah dan Roberto Firmino, Trisula maut The Reds ini kerap membuat lawan-lawan mereka ketar-ketir.

 

Akan tetapi Jurgen tidak banyak kata untuk pemain ini, sehingga ia merasa Suso bakal menjadi jawaban atas permasalahan ini.

Dan baru-baru ini Liverpool sendiri sadar bahwa Suso ini sudah menjadi pemain kunci bagi AC Milan. Mereka sudah sadar dan memahami bahwa Rossonerri kemungkinan akan sangat enggan untuk memulangkan sang playmer kenegara Inggris.

 

Maka dari itu Liverpool dikabarkan akan memberikan sebuah tawaran yang besar untuk sang pemain Suso ini. Dikabarkan juga mereka sudah menyiapkan tawaran yang sekitar 50 juta Euro untuk pemain Timnas Spanyol.

The Reds merasa optimis bahwa tawaran mereka akan diterima, dikarenakan AC Milan tengah terancam dengan sanksi FBB dan mereka saat ini sedang membutuhkan uang untuk menyeimbangkan neraca keuangan mereka.

Harapan Besar Ashley Yang Ingin Lebih Lama Di MU

 

Detik-detik sudah mendekati masa berakhir Ashley Young bersama Manchester United. Akan tetapi bagi pemainan yang berumur 33 tahun ini mengaku masih berharap bisa melanjutkan ke Old Trafford untuk waktu yang lebih lama lagi.

Ashley Young di pindahkan dari Aston Villa, dikarenakan meraka berharap bisa menjadi salah satu pemain andalan MU pada masa yang akan datang. Namun, kedatangan Jose Mourinho membuatnya menjadi salah satu bek sayap apik pada musin tahun ini.

 

 

Pada pemain satu ini yang dimana umurnya sudah tidak muda lagi, tapi dia masih tetap percaya dan berharap pada sector pertahanan musim ini. Sampai saat ini, dia sudah pernah mencatat total 13 penampilannya di semua kompetisi dan telah mengoleksi satu gold dan dua assist.

Akan tetapi sayangnya, sebentar lagi akan berakhir bersama MU didalam waktu dekat ini. Walaupun harap ia masih ingin lebih menetap lebih lama lagi, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa keputusan tersebut tergantung kepada manajemen klub.

 

Ujar Young “ Itu terserah kepada klub”. Pada kutipan dari Skt Sports.

“Saya merasa masih fit seperti masih berumur 21 tahun. Selama kaki saya bisa membawa saya berlari di lapangan, saya masih ingin bertahan di sini,” lanjutnya.

Sudah delapan musim berkiprah di Old Tranfford yang tentunya young sudah paham betul soal Manchester United. Young juga bernuturkan bahwa seseorang tak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui betapa besarnya klub tersebut.

 

“ Saat anda sudah bergabung dengan klub seperti Manchester United, begitu anda masuk, dan belum mengetahui sejarahnya, maka tunggu satu pekan dan anda akan tahu sejarahnya”, tambahnya.

“Semuanya tentang memenagkan trofi. Anda pergi ke museum, dan lihatlah apa yang sudah di menangkan. Saya sudah menjadi bagian dari itu dan kami menjalani masa-masa kesuksesan dalam beberapa tahun berakhir, “ tandasnya.

 

Sejak masih bergabung dengan Manchester United, Ashley Young telah mempersembahkan lima gelar. Dua di antaranya merupakan trofi bergengsi yang banyak diperebutkan tim besar, seperti Premier League dan Liga Eropa.

Guardiola Berkata Belum Pantas, City Disebut Terbaik Di Eropa

 

Pelatih Chelsea yang bernama Maurizo Sarri baru mengatakan bahwa Manchester City sudah merupakan sebuah tim yang terbaik di karangan Eropa menjelang pertemuan pada hari minggu ini (9/2). Namun ada juga yang menentang yaitu pelatih dari The Citizens, Josep Guardiola, yang mengaku bahwa tidak sepakat dengan pujian itu.

Manchester City juga membuktikan dirinya merupakan tim yang kuat di Inggris dengan menjadi juara Premier League pada musim yang lalu. Yang lebih hebat lagi , tim mereka sudah berhasil memuncaki klasemen hingga pekan terakhir dengan kehebatan 19 poin atas runner-up, Manchester United.

 

 

 

 

Tidak seperti dengan Chelsea yang dimana di asuh oleh Antonio Conte, Guardiola berhasil membuat City tetap dengan konsisten. Pada musim kali ini, mereka masih berdiam dengan puncak klasemen dengan koleksi 41 poin dan saat ini belum mengalami kekalahan sama sekali.

Tentu saja dengan hal tersebut mengundang banyak pujian dari pelatih lawan untuk laga selanjutnya, yaitu Sarri. Pada pertemuan persnya, Pria yang berasal dari Italia ini secara terang-terangan menyebut City sebagai klub terbaik di Eropa pada saat ini.

 

 

Namun hal tersebut bertentangan dengan Guardiola yang kelihatan tidak sepakat dengan pujian eks nahkoda Napoli itu. Menurut dia, Manchester City belum pantas disebut yang terbaik dikarenakan belum meraih tropi yang sesuai dengan status tersebut.

Guardiola mengatakan “Terima kasih, tetapi kami bukanlah yang terbaik. Untuk menjadi yang terbaik, kami harus memenangkan gelar untuk menjadi tim terbaik di Eropa” yang di kutip dalam Sky Sports.

 

 

Guardiola pernah di tanyai soal apa yang bisa membuat mara bahaya untuk Manchester City. Dan dia merespon : Berpikir bahwa berkembang tidaklah diperlukan,”
“itu adalah hal yang paling berbahaya. Saya melihat tim saya banyak hal yang sudah bagus, tetapi kami merasa masih bisa lebih baik lagi,” tandasnya.

Pada Partai Sengit perlawanan antara Manchester City dengan Chelsea yang akan di gelar di Stamford Bridge, London. Kedua tim ini terakhir bertemu pada ajang Community Shield pada bulan Agustus yang lalu, dimana The Citizens keluar sebagai pemenang dengan skor2-0.